Saturday, September 1, 2012

Kisah Sang Rajawali

Saya selalu tertarik dengan cerita ini dan menurut saya cerita ini sangat menginspirasi saya, mungkin ada diantara teman-teman yang juga sudah dan sering mendengarkan cerita Kisah Sang Rajawali. Semoga ketika membacanya teman-teman juga bisa melihat sisi lain dari kisah ini.

Pada suatu hari ada seorang Indian, yang pekerjaannya adalah mencari kayu bakar. Dan biasa dia berjalan ke perbukitan yang penuh dengan batu cadas yang tajam. Suatu ketika dia berjalan dan berjalan tapi masih sedikit kayu bakar yang dia dapatkan  Akhirnya dia memutuskan untuk naik ke tempat yang lebih tinggi lagi. Ketika dia berjalan dan berjalan, tiba-tiba di tengah perjalanan dia menemukan ada sebutir telur besar yang tergeletak di bawah. Perlahan dia lihat  lalu dipungutnya telur itu dan dibawa pulang.

Sesampainya di rumah, dia melepas lelah sambil duduk di kursi nyamannya dan sambil menghisap pipa tembakau nya. lalu matanya tertuju pada telur yang dia bawa pulang. Sambil berpikir telur apa itu. Untuk mengetahui nya, telur itu harus ditetaskan.  Akhirnya muncul ide di halaman belakang dia memiliki beberapa ekor ayam, terpikir oleh nya, mungkin bisa ditetaskan oleh induk ayam. Lalu di bawanya lah telur itu ke kandang ayam nya dan di taruh di jerami tempat ayam biasa mengeram telur nya.

Beberapa hari kemudian, menetaslah telur-telur itu, termasuk telur yang di bawa oleh orang indian itu. ternyata itu adalah telur seekor rajawali.
Rajawali itu memulai kehidupan baru nya di sekelompok anak-anak ayam. setiap hari si rajawali ini hidup seperti anak ayam Dia mulai belajar makan seperti cara anak ayam itu makan. ketika anak-anak ayam makan cacing, maka rajawali ini pun makan cacing, dan belajar caranya bagaimana mengais tanah untuk mencari cacing.

Seiring berjalan nya waktu, anak rajawali ini bertumbuh dewasa, dia sudah sangat terbiasa dengan cara hidup sebagai anak-anak ayam.
Di sore hari yang cerah, mereka sedang bersantai, tiba-tiba ada bayangan hitam melintas, si rajawali inipun kaget dan mendonggakan kepala nya ke atas. Dilihatnya lah seekor rajawali yang sedang terbang dengan begitu gagah nya, kemudian dia memandang dengan kagum.
Induk ayam tiba-tiba berteriak pada sang rajawali itu, "Hey masuk, itu ada rajawali nanti kamu di terkam oleh sang rajawali"
Lalu buru-buru si rajawali ini berlari ke dalam kandang. Sambil dengan nafas terengah-engah, dia bertanya sama induk ayam itu
"Ibu kenapa kita harus lari dari rajawali..?" Lalu induk ayam itu berkata.."Nak....itu namanya rajawali...dia musuh kita, kita ayam-ayam sering di terkam oleh rajawali, kalau kamu di luar bisa di terkam oleh rajawali itu."
Lalu anak rajawali itu menjawab, "Oh....begitu ya bu..?" sambil terdiam sebentar, lalu anak rajawali berkata lagi pada ibu nya."
Bu... alangkah enaknya jadi rajawali ya...dia terbang gagah perkasa di langit dan di takuti... Andai aku menjadi rajawali bu.
Induk ayam rajawali itu kaget dan berkata.. "Nakk..Kamu jangan mimpi, kamu itu ayam, bagaimana mau jadi rajawali? sudah jangan pikir macam-macam...sekali ayam tetap ayam..." Sambil tertunduk sedih, si anak ayam itu berjalan pergi.

Moral Cerita
Seringkali kita seperti anak rajawali tersebut Kita tidak sadar kalau kita sebagai makhluk ciptaan Nya yang tertinggi memiliki kemampuan yang mungkin tidak pernah kita sadari. Karna kita berada di lingkungan yang di mana yang selalu membuat kita berpikir bahwa kita adalah ayam, membuat kita memiliki mental seekor anak ayam, kita tidak menyadari bahwa kita adalah seekor rajawali. Kita sering tidak menyadari bahwa kita memiliki kemampuan untuk bisa terbang tinggi. Sering kali keadaan, kondisi dan lingkungan kita membuat kita berpikir dan berkata tidak mampu. Lebih banyak kata-kata negatif yang kita terima, sehingga kita percaya apa kata orang lain..

Teman-teman ingat lah bahwa kita memiliki kemampuan, kita sebenarnya bisa terbang tinggi bagai rajawali.
Kita semua bisa menggapai impian - impian yang ingin kita raih selama kita mau berusaha.
Di dunia ini tidak ada orang yang tidak sukses, melainkan orang yang menyerah terlebih dahulu sebelum kesuksesannya dapat ia raih.

No comments:

Post a Comment