Siapa yang tak mengenal sosok
seorang Dahlan Iskan, beliau menyebutkan bahwa : Gagal
adalah awal dari sukses bila disikapi dengan benar. Dahlan Iskan percaya
rumus tersebut.
Alkisah, sewaktu Menteri BUMN ini
masih bergerak di sektor swasta, pernah mempertahankan seorang karyawan yang
telah menjerumuskan perusahaan pada kerugian tidak sedikit, Rp 110 miliar.
"Waktu
itu saya punya manajer keuangan, ketika saya masih di swasta. Dia itu wanita
yang muda dan pintar. Sekolah di Amerika Serikat selama sembilan tahun,"
tutur Dahlan Iskan dalam acara talk
show Kompas Karier Fair 2012 di Jakarta belum lama ini,
seperti dilansir KOMPAS.com.
Dahlan
memang mengungkapkan kisah dirinya setelah diminta salah seorang peserta
pameran membagi pengalamannya saat menghadapi situasi sulit.
Sepatu Menteri BUMN Dahlan Iskan
benar-benar melayang pagi ini di salah satu sudut di kawasan Bunderan HI
Jakarta, Minggu (27/5/2012). Dahlan mencopot sepatunya karena mengajak penonton
acara launching novel Sepatu Dahlan agar menggantinya
dengan produk dalam Negeri.
"Ketika saya masih sekolah
dulu, saya tidak punya sepatu. Sekarang saya punya sepatu tapi buatan Amerika,
saya mau menggantinya dengan sepatu buatan dalam negeri, buatan
Indonesia!" seru Dahlan seraya mencopot sepatu kirinya dan melemparkannya
ke arah penonton.
Sepatu bagian kanan pun menyusul
dilemparkannya ke arah berlainan. Sorak sorai penonton makin meriah dengan ulah
menteri sekaligus pengusaha besar tersebut. Soal sepasang alas kaki tersebut,
Dahlan berbagi cerita soal novel yang terinspirasi dari kisah sukses perjalanan
hidupnya. Ia mengatakan, langkah demi langkah yang dilaluinya tidak mudah. Ia
pernah berjalan kaki melewati jalanan berbatu kerikil sejauh 60 km tanpa alas
sepatu untuk mencapai pendidikan sekolahnya dan mimpinya.
"Sampai sekarang saya masih
belum berani membaca novel karya seorang sastrawan Khrisna Pabichara ini.
Katanya, novel ini bercerita mengenai jalan hidup saya. Penulisnya memang
riset, benar-benar riset ke kampung saya di Magetan, bahkan ia ikut berjalan
kaki 60-an Kilometer, tapi dia sudah pakai sepatu, jadi tidak tahu bagaimana
rasanya melewati jalan kerikil," candanya sambil tidak menyangka judul
novel setebal 369 halaman tersebut berjudul Sepatu Dahlan.
"Karena novel ini saya dapat
teguran dari para pengusaha, sepatu saya sekarang bagus-bagus. Ya, tidak
apa-apa ini kan hasil jerih payah saya sendiri, walau buatan luar negeri. Tapi
itu dulu, sekarang kan saya cinta produk dalam negeri. Ini sepatu merk DI
19," kata mantan Direktur Utama PLN tersebut sambil menunjukkannya ke para
hadirin yang memakai baju olahraga tersebut sebagai dresscodemenghadiri launching novel
sekaligus car free day di
Bundaran HI Jakarta.
Dahlan juga menyebutkan kalau
sepasang sepatu pengganti sepatu Amerika yang dilemparnya kini bermerk DI 19
dan asli buatan Indonesia. DI adalah Demi Indonesia dan 19 memaknai jumlah
huruf dalam lafadz Bismillahirahmanirrahiim.
"Bahwa setiap melangkah
ingatlah ucapan bismillahirahmanirrahiim. Ada dua Asma Allah di sana, Arrahman
dan Arrahiim. Jadi, yang harus kita lakukan adalah berbuat untuk orang lain,
baru untuk dirinya sendiri," kata Dahlan kemudian terus mengajak penonton
untuk menukar sepatunya dengan produk dalam negeri, sehingga Museum Rekor
Indonesia pun mencatat dan memberikan pencatatan rekor untuk penukaran sepatu
terbanyak, yakni sekitar 3.600 pasang sepatu yang akan diberikan dalam acara
tersebut.
